GfMiGpWoGSO9BUM8BUOlGpC5BA==

Ini Alasan Kenapa Konten Judi Online Sulit Diberantas dari Internet

Ini Alasan Kenapa Konten Judi Online Sulit Diberantas dari Internet
Ilustrasi. Konten judi online sulit diberantas dari internet karena beberapa faktor.

RepublikIndonesia.net - Ada sejumlah alasan kenapa Judi online susah diberantas dari internet. Kendati begitu, upaya masif harus dilakukan guna menekan tingginya kasus pecandu judol, khususnya di Indonesia.

Seperti diketahui, judi online memang tengah menjadi fenomena yang meresahkan di Indonesia.

Perjudian ini menawarkan berbagai macam permainan, seperti togel, slot, sabung ayam, dan lain-lain.

Judi online juga dapat diakses dengan mudah menggunakan berbagai perangkat seperti komputer, laptop, dan smartphone.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah berupaya untuk memberantas judi online. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.

Karenanya tak heran jika konten judi online masih banyak ditemukan di internet hingga saat ini.

Baca juga: Banyak Jenis Slot Online Berasal dari Luar Negeri, Warga RI Rugi Rp 350 Triliun

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan konten judi online sulit dihapus dari internet. Faktor-faktor tersebut antara lain:

Judi online menawarkan layanan melalui pesan pribadi

Judi online sering menawarkan layanannya melalui pesan pribadi, baik melalui WhatsApp, Telegram, atau aplikasi perpesanan lainnya. Hal ini membuat aktivitasnya tidak bisa diawasi oleh Kominfo.

"Penawaran judi melalui pesan personal sehingga tidak dapat diawasi oleh Kementerian Kominfo," ungkap Semuel melalui pernyataan resmi.

Judi online diproduksi ulang

Situs judi online selalu diproduksi ulang, yakni dengan memberi nama domain mirip atau menggunakan IP Address.

Hal itu membuat Kominfo kesulitan untuk memblokir keberadaan situs-situs tersebut.

"Mereka selalu mengganti domainnya. Bahkan, mereka juga bisa menggunakan IP Address yang berbeda," kata Semuel.

Baca juga: Marak Kasus Judi Online, Anggota DPRD DKI Usulkan Bangun RS Khusus Pecandu Game Slot

Judi online menggunakan teknologi yang canggih

Judi online menggunakan teknologi yang canggih, seperti teknologi enkripsi. Hal ini membuat Kominfo kesulitan untuk melacak aktivitas judi online.

"Mereka menggunakan teknologi enkripsi yang canggih sehingga sulit untuk dilacak," ujarnya.

Selain faktor-faktor tersebut, ada juga faktor lain yang menyebabkan konten judi online sulit dihapus dari internet, yaitu:

  • Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online.
  • Kurangnya sumber daya manusia yang memadai untuk memberantas judi online.

Untuk mengatasi masalah ini, Kominfo terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti aparat penegak hukum, penyedia layanan internet, dan masyarakat.

Selain itu, Kominfo juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online.

Beberapa tindakan nyata yang telah dilakukan Kominfo untuk memberantas praktik perjudian yang populer disebut slot online itu, antara lain:

Melakukan pemblokiran situs judi online

Kominfo bekerja sama dengan penyedia layanan internet untuk memblokir situs judi online.

Pemblokiran dilakukan dengan cara memblokir domain situs judi online.

Baca juga: Bahaya Laten Judi Online Terhadap Ekonomi Negara, RI Rugi Segini Selama 2023

Melakukan penegakan hukum

Aparat penegak hukum juga turut berperan dalam memberantas judi online.

Aparat penegak hukum dapat melakukan penangkapan terhadap pelaku judi online dan menyita barang buktinya.

Melakukan edukasi kepada masyarakat

Kominfo juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online.

Edukasi ini dilakukan melalui berbagai media, seperti media massa, media sosial, dan penyuluhan.



Tonton video berita Indonesia viral 2024 dari kanal YouTube resmi Pewarta Network.



Dapatkan berita Republik Indonesia terkini viral 2024, trending terbaru, serta terpopuler hari ini dari media online RepublikIndonesia.net melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter

close