Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Misi Artemis II Resmi Diluncurkan! 4 Astronaut Kelilingi Bulan, Catat Rekor Jarak Terjauh dari Bumi

Misi Artemis II Resmi Diluncurkan! 4 Astronaut Kelilingi Bulan, Catat Rekor Jarak Terjauh dari Bumi
Misi Artemis II Resmi Diluncurkan! 4 Astronaut Kelilingi Bulan, Catat Rekor Jarak Terjauh dari Bumi

REPUBLIKINDONESIA.NET — Program eksplorasi luar angkasa memasuki babak baru setelah Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses meluncurkan misi Artemis II.

Ini menjadi penerbangan uji coba berawak pertama yang dirancang untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Peluncuran dilakukan pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center di Florida. Dalam misi ini, empat astronaut terpilih ikut serta, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen yang merupakan perwakilan dari Badan Antariksa Kanada.

Misi uji coba penting selama 10 hari

Artemis II dirancang sebagai misi uji coba berdurasi sekitar 10 hari. Selama periode tersebut, para astronaut akan melakukan perjalanan mengelilingi Bulan tanpa melakukan pendaratan.

Fokus utama misi ini adalah menguji berbagai sistem vital pada wahana Orion. Pengujian mencakup sistem navigasi, komunikasi, hingga teknologi pendukung kehidupan yang sangat krusial untuk keberlangsungan misi jangka panjang.

Dengan uji coba ini, NASA ingin memastikan bahwa seluruh sistem berjalan optimal sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yakni misi pendaratan manusia di permukaan Bulan.

Pecahkan rekor jarak perjalanan manusia

Dalam lintasan terdekatnya, wahana Orion diperkirakan berada sekitar 4.070 mil dari permukaan Bulan. Sementara itu, jarak terjauh yang dicapai mencapai lebih dari 252 ribu mil dari Bumi.

Capaian tersebut melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13, menjadikan Artemis II sebagai salah satu perjalanan manusia terjauh dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kemajuan teknologi penerbangan antariksa modern.

Amati sisi jauh Bulan

Selain melakukan pengujian teknis, para astronaut juga menjalankan misi ilmiah berupa pengamatan langsung terhadap permukaan Bulan. Salah satu fokusnya adalah sisi jauh Bulan yang jarang terlihat dari Bumi.

Data dan citra yang berhasil dikumpulkan selama misi ini akan menjadi referensi penting bagi pengembangan misi-misi berikutnya. Informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung rencana pendaratan manusia di Bulan dalam waktu dekat.

Publik bisa pantau secara langsung

NASA turut memberikan akses luas kepada publik untuk mengikuti jalannya misi Artemis II. Siaran langsung disediakan selama perjalanan berlangsung, sehingga masyarakat dapat memantau pergerakan Orion secara real time.

Komunikasi antara astronaut dan pusat kendali misi di Houston juga dilakukan secara berkala. Hal ini memungkinkan setiap perkembangan misi dapat diketahui secara transparan oleh publik.

Dijadwalkan mendarat di pasifik

Misi Artemis II dijadwalkan berakhir pada 10 April 2026. Wahana Orion akan kembali ke Bumi dan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik, tepatnya di lepas pantai San Diego.

Keberhasilan misi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kelanjutan program Artemis. NASA menargetkan program ini sebagai langkah awal untuk membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan di masa depan.

Dengan pencapaian Artemis II, ambisi eksplorasi luar angkasa kini semakin mendekati kenyataan baru yang lebih besar.

Orion88