Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

4 Wisata Alam Indonesia yang Indah Tapi Dikenal Sarat Kisah Mistis, Berani Berkunjung?

4 Wisata Alam Indonesia yang Indah Tapi Dikenal Sarat Kisah Mistis, Berani Berkunjung?
Wisata religi Gunung Kawi masuk dalam daftar destinasi dengan potensi keindahan alam mempesona namun terkenal dengan nuansa mistis.

REPUBLIKINDONESIA.NET — Indonesia memiliki banyak destinasi wisata alam yang memikat dengan panorama luar biasa. Menariknya, sejumlah lokasi tersebut juga dikenal luas karena cerita mistis dan mitos yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Perpaduan antara keindahan alam dan kisah misterius itulah yang membuat tempat-tempat ini selalu mengundang rasa penasaran wisatawan. Selain menawarkan pemandangan menawan, setiap lokasi juga memiliki cerita unik yang menjadi daya tarik tersendiri.

Berikut empat destinasi wisata alam di Indonesia yang terkenal indah sekaligus identik dengan nuansa mistis.

1. Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi

Salah satu tempat peribadatan masyarakat adat di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi
Salah satu tempat peribadatan masyarakat adat di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi.

Terletak di ujung timur Pulau Jawa, Taman Nasional Alas Purwo dikenal sebagai kawasan konservasi dengan ekosistem yang sangat lengkap. Di dalamnya terdapat Sabana Sadengan yang kerap disebut menyerupai padang rumput Afrika, kawasan hutan mangrove, hingga Pantai Plengkung atau G-Land yang populer sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia.

Di balik pesonanya, Alas Purwo juga memiliki reputasi sebagai salah satu hutan paling angker di Pulau Jawa. Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, kawasan ini diyakini menjadi kerajaan gaib yang dihuni banyak makhluk halus.

Bagi wisatawan domestik, harga tiket masuk Alas Purwo sekitar Rp15.000 pada hari kerja dan Rp22.500 saat akhir pekan maupun hari libur.

2. Desa Trunyan dengan tradisi pemakaman unik

Tradisi pemakaman unik di Desa Trunyan, Kintamani, Bali
Tradisi pemakaman unik di Desa Trunyan, Kintamani, Bali.

Desa Trunyan berada di kawasan Kintamani, Bali, tepat di tepi Danau Batur dengan panorama Gunung Batur sebagai latarnya. Suasana alam yang sejuk dan asri menjadikan desa ini memiliki daya tarik wisata yang berbeda.

Trunyan terkenal melalui tradisi pemakaman mepasah. Jenazah warga yang meninggal tidak dikuburkan, melainkan diletakkan di atas tanah dan dikelilingi pagar anyaman bambu. Masyarakat setempat meyakini aroma harum dari pohon Taru Menyan mampu menetralisir bau jenazah sehingga tidak menimbulkan aroma tidak sedap.

Pengunjung yang ingin menuju area pemakaman harus menyewa perahu dari Dermaga Kedisan dengan tarif sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000, bergantung kapasitas perahu. Di lokasi juga tersedia kotak donasi yang dapat diisi secara sukarela.

3. Pantai Parangkusumo yang lekat dengan legenda Laut Selatan

Ritual adat di Pantai Parangkusumo sering dikaitkan dengan budaya mistis oleh masyarakat Jawa
Ritual adat di Pantai Parangkusumo sering dikaitkan dengan budaya mistis oleh masyarakat Jawa.

Pantai Parangkusumo berada berdampingan dengan Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Pantai ini menawarkan bentangan pasir hitam yang eksotis serta panorama matahari terbenam yang memikat. Tak jauh dari lokasi juga terdapat Gumuk Pasir yang menjadi salah satu fenomena alam langka.

Selain keindahan alamnya, Pantai Parangkusumo dikenal karena kisah yang berkembang di masyarakat. Lokasi ini dipercaya sebagai gerbang menuju keraton gaib penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Berbagai ritual adat Keraton Yogyakarta, tradisi Labuhan, hingga upacara kejawen juga kerap digelar di kawasan tersebut.

Wisatawan hanya perlu membayar tiket sekitar Rp10.000 per orang. Retribusi tersebut umumnya sudah termasuk akses melalui gerbang utama kawasan Pantai Parangtritis.

4. Gunung Kawi yang identik dengan ritual pesugihan

Wisata alam religi Gunung Kawi dikenal bernuansa mistis karena isu pesugihan yang berkembang di masyarakat
Wisata alam religi Gunung Kawi dikenal bernuansa mistis karena isu pesugihan yang berkembang di masyarakat.

Gunung Kawi di Kabupaten Malang menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan panorama hijau yang menenangkan. Kawasan ini juga memiliki ciri khas perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang tampak dari keberadaan klenteng dan area pesarean yang berdampingan.

Meski demikian, Gunung Kawi juga dikenal luas karena stigma sebagai lokasi ritual pesugihan. Pada hari-hari tertentu, seperti Jumat Legi, banyak peziarah datang untuk berdoa sambil berharap memperoleh daun, buah, atau ranting dari pohon Dewandaru yang dipercaya membawa keberuntungan dan rezeki.

Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung umumnya hanya dikenakan donasi kebersihan atau retribusi desa dengan biaya sekitar Rp10.000 per orang.

Perlu diketahui, tarif tiket masuk maupun biaya transportasi menuju setiap destinasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah daerah atau pengelola setempat.