Cita-cita Prabowo Sejak 2012 Terungkap, Ingin Taraf Hidup Rakyat Indonesia Setara Singapura
![]() |
| Cita-cita Prabowo Sejak 2012 Terungkap, Ingin Taraf Hidup Rakyat Indonesia Setara Singapura |
REPUBLIKINDONESIA.NET — Presiden Prabowo Subianto disebut telah memiliki keinginan agar masyarakat Indonesia menikmati taraf hidup yang mampu menyamai warga Singapura sejak 14 tahun silam. Hal tersebut diungkapkan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui kisah pertemuannya bersama Prabowo di Singapura pada 2012.
Menurut Dirgayuza, momen itu terjadi saat dirinya mendampingi Prabowo berjalan di kawasan Gardens by the Bay, Singapura, tepatnya pada 24 September 2012.
“Saya tidak akan pernah lupa. 24 September 2012. Hari itu sangat terik. Tapi kami tidak merasa panas. Di foto ini saya berjalan bersama Pak Prabowo di Gardens by the Bay, Singapura. Taman futuristik seluas 100 hektare itu baru beberapa bulan diresmikan.”
Percakapan di Gardens by the Bay yang terus diingat
Dirgayuza menceritakan, kala itu mereka menikmati suasana taman futuristik yang dikenal dengan deretan Supertrees raksasa dan kubah kaca berukuran besar. Kawasan tersebut menjadi salah satu ikon modern Singapura yang menunjukkan bagaimana negara dengan sumber daya alam terbatas mampu menghadirkan ruang publik berkelas dunia.
Di tengah perjalanan menyusuri taman sambil memandang kawasan Marina Bay, Prabowo menyampaikan harapannya kepada Dirgayuza.
“Saya menemani Pak Prabowo berjalan santai di tengah taman sambil melihat Marina Bay. Sambil berjalan, Pak Prabowo berkata kepada saya: ‘Yuza. Saya ingin rakyat Indonesia segera punya taraf hidup yang tidak kalah dengan rakyat Singapura’.”
Dirgayuza mengaku banyak tokoh politik pernah menyampaikan harapan serupa. Namun, menurutnya, penjelasan yang diberikan Prabowo setelah pernyataan tersebut menjadi alasan mengapa percakapan itu terus membekas hingga kini.
Menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani mengambil keputusan
Dirgayuza mengatakan Prabowo menilai Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan secara tegas agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
“Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan decisive leadership. Kepemimpinan yang berani mengambil keputusan.”
Ia juga mengingat prinsip kepemimpinan yang disampaikan Prabowo dalam kesempatan itu.
“Beliau kemudian mengutip sebuah prinsip kepemimpinan yang hingga hari ini masih saya ingat: ‘Do not let the perfect be the enemy of the good.’ Jangan menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan,” katanya.
Menurut Dirgayuza, persoalan yang selama ini dihadapi Indonesia bukan semata-mata kekurangan ide, kajian, maupun konsep. Ia menilai tantangan yang sering muncul justru berkaitan dengan keberanian dalam mengambil keputusan.
Sejumlah program disebut mulai terealisasi
Empat belas tahun setelah percakapan tersebut, Dirgayuza menilai ucapan Prabowo bukan sekadar harapan, melainkan mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang diterapkan saat ini.
Ia mengajak publik melihat berbagai program yang dalam beberapa dekade sebelumnya hanya menjadi pembahasan, namun dalam dua tahun terakhir mulai direalisasikan.
Dirgayuza menyebut proyek gas Abadi Masela yang telah menunggu hampir 30 tahun sejak 1997 akhirnya mulai dibangun pada Juli 2026.
Selain itu, dana kedaulatan Danantara yang telah lama diwacanakan sejak akhir 1980-an disebut resmi terwujud pada Februari 2025.
Ia juga menyinggung penyelesaian proyek kilang minyak RDMP Balikpapan pada Januari 2026 setelah sebelumnya menghadapi berbagai hambatan. Sementara itu, Bullion Bank atau Bank Emas akhirnya berdiri pada Februari 2025 setelah lama menjadi pembahasan.
Menurut Dirgayuza, pemerintah juga menaikkan gaji hakim hingga 280 persen pada Juni 2025 setelah tidak mengalami kenaikan selama 12 tahun.
Program B50 yang diklaim mewujudkan swasembada solar melalui pengembangan biodiesel juga disebut berhasil dicapai pada Juli 2026.
Ia turut menyebut pelaksanaan program makan bergizi secara nasional yang mulai berjalan pada Januari 2025, serta penyelesaian persoalan kredit macet UMKM yang dilakukan pada hari pertama Prabowo menjabat sebagai presiden pada November 2024.
Dirgayuza menambahkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.000 dari total 5.000 jembatan desa yang selama ini dinantikan masyarakat telah berhasil dibangun.
Menyebut berbagai capaian pemerintahan
Dirgayuza juga membandingkan Indonesia dengan Singapura dalam bidang pendidikan.
“Singapura punya Gifted Education Program dari 1984. 42 tahun kemudian, akhirnya kita punya program serupa. Sekolah Unggul Garuda baru menerima angkatan pertamanya Juli 2026,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut penanganan berbagai kasus korupsi berskala besar, termasuk penyelundupan sumber daya alam dan pelanggaran kawasan hutan, telah menghasilkan penerimaan negara dari penyitaan aset yang disebutnya sebagai yang terbesar sejauh ini.
Dirgayuza juga menyoroti sejumlah indikator yang menurutnya mencatatkan capaian baru, mulai dari nilai tukar petani, cadangan beras pemerintah, swasembada delapan komoditas pangan strategis, hingga peningkatan nilai ekspor komoditas melalui kebijakan ekspor satu pintu oleh BUMN PT DSI.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo kini menggunakan kendaraan hasil rancangan anak bangsa dalam berbagai agenda kenegaraan.
Menurutnya, Indonesia juga tengah bersiap memiliki motor listrik nasional dan mobil listrik nasional sebagai bagian dari pengembangan industri strategis.
Optimistis masih ada banyak terobosan
Dirgayuza meyakini masih banyak pencapaian lain yang akan diwujudkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Ia menilai hal tersebut berkaitan dengan prinsip kepemimpinan yang tidak menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna sebelum mengambil keputusan.
“Presiden Prabowo tidak menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan. Kalau tidak, seperti kata Indonesianis Adam Schwartz, Indonesia akan selamanya menjadi a nation in waiting. Sekarang, Indonesia is no longer in waiting,” pungkasnya.
