Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Sejarah Bangsa

prabowo resmikan revitalisasi stasiun semarang tawang cagar budaya nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sebagai upaya melestarikan sejarah bangsa, identitas nasional, dan mendukung pariwisata. (Dok. Ist)

REPUBLIKINDONESIA.NET — Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Kamis (30/7/2026). Bangunan bersejarah yang dibangun pada 1914 itu merupakan salah satu peninggalan era kolonial Belanda yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa revitalisasi stasiun tersebut bukan hanya bertujuan memperbaiki fasilitas, melainkan juga menjadi langkah penting untuk menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas bangsa Indonesia.

Stasiun Tawang memiliki nilai sejarah penting

Prabowo menjelaskan, Stasiun Semarang Tawang menyimpan catatan sejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan awal Republik Indonesia. Menurutnya, stasiun tersebut pernah dimanfaatkan Presiden pertama RI, Soekarno, saat menjalankan tugas kenegaraan ke berbagai daerah setelah Indonesia merdeka.

"Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu, menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," kata Prabowo.

Ia menilai, merawat bangunan bersejarah berarti menjaga memori kolektif bangsa agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Pelestarian sejarah menjadi tanggung jawab bersama

Prabowo menekankan bahwa bangsa yang besar harus mampu menghargai perjalanan sejarahnya. Meski Indonesia pernah mengalami masa penjajahan dalam waktu yang panjang, menurutnya pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.

"Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Dan kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu untuk belajar. Belajar teknologi, belajar sains untuk kita mengejar kemajuan dan semua yang diperlukan untuk menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang merdeka," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai bangunan bersejarah, termasuk peninggalan kolonial, perlu tetap dipelihara karena telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

"Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita," tuturnya.

Revitalisasi dinilai mendukung sektor pariwisata

Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas upaya revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Menurutnya, program serupa yang dilakukan terhadap berbagai stasiun bersejarah memiliki manfaat besar, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga bagi pengembangan sektor wisata.

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting. Jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik wisatawan," ucapnya.

Prabowo menilai stasiun-stasiun yang telah dipugar dapat menjadi destinasi wisata yang melengkapi kekayaan wisata budaya di berbagai daerah.

"Ini juga bagian dari pelestarian sejarah tapi lebih penting ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi. Kita rubah kesan Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri," katanya.

Ajak menjaga kebersihan dan merawat fasilitas publik

Selain menyoroti pelestarian bangunan bersejarah, Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan serta merawat fasilitas publik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra Indonesia sebagai negara yang nyaman dan menarik bagi wisatawan.

"Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat, tidak boleh ada karat di mana-mana. Kita harus rubah dan kita bisa rubah. Kita ciptakan Indonesia yang cemerlang, yang beautiful, yang indah," ujar Prabowo.

Setelah menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang,"pungkasnya.