RANS Resmi IPO di BEI, Kantongi Dana Rp429,25 Miliar untuk Ekspansi Bisnis dan AI
![]() |
| RANS Resmi IPO di BEI, Kantongi Dana Rp429,25 Miliar untuk Ekspansi Bisnis dan AI |
REPUBLIKINDONESIA.NET — PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026).
Lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perusahaan media dan hiburan berbasis kreator itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar yang akan digunakan untuk mendukung rencana pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
Pada proses IPO tersebut, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru kepada publik. Jumlah itu setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Perseroan menilai pencatatan saham di BEI menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan perusahaan sekaligus menunjukkan bahwa bisnis yang tumbuh dari creator economy mampu berkembang menjadi perusahaan yang profesional dengan tata kelola yang transparan.
Antusiasme investor terhadap IPO RANS
Minat investor terhadap penawaran saham perdana RANS terbilang tinggi. Perseroan mengungkapkan proses IPO mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed, dengan hampir satu juta investor ikut melakukan pemesanan saham.
Pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham RANS juga memulai debutnya dengan pergerakan yang positif.
Dana IPO difokuskan untuk ekspansi berbagai lini usaha
Dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan ke sejumlah sektor strategis untuk memperkuat pertumbuhan bisnis perusahaan.
Sebanyak 37,61 persen atau sekitar Rp161,5 miliar akan digunakan untuk penyelenggaraan konser. Kemudian, sekitar Rp85 miliar atau 19,80 persen dialokasikan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Selain itu, sekitar Rp80 miliar akan dipakai mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland. Perseroan juga menginvestasikan Rp35 miliar ke perusahaan patungan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Sementara itu, dana sebesar Rp29,95 miliar disiapkan untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi perusahaan. Sisanya, sekitar Rp37,8 miliar akan digunakan sebagai tambahan modal kerja bagi PT Rans Nikmat Sejahtera.
Nagita Slavina: Kreativitas harus menjadi nilai ekonomi berkelanjutan
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia, Nagita Slavina, menilai Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mengembangkan kreativitas menjadi intellectual property (IP) yang mampu memberikan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ujar Nagita di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Raffi Ahmad sebut IPO sebagai awal perjalanan baru
Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menegaskan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia bukan menjadi akhir dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, status sebagai perusahaan publik justru menjadi langkah awal untuk bertumbuh dengan standar tata kelola yang lebih tinggi.
"Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Raffi.
Berawal dari garasi hingga melantai di BEI
RANS didirikan pada 2016 dari sebuah garasi rumah sebagai kanal konten digital. Seiring waktu, perusahaan berkembang menjadi creator-based venture yang mengelola berbagai intellectual property (IP).
Kini, ekosistem bisnis RANS mencakup media hiburan digital, live entertainment, produk konsumen, kerja sama periklanan, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), yang menjadi salah satu fokus ekspansi perusahaan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.
