Hyundai Kembangkan Sistem Kemudi Otomatis Baru dengan Nvidia, Level 2++ Ditargetkan 2029
![]() |
| Hyundai menyiapkan sistem kemudi otomatis generasi baru dengan dukungan teknologi Nvidia. (Dok. Ist) |
REPUBLIKINDONESIA.NET — Hyundai tengah menyiapkan sistem kemudi otomatis generasi baru dengan dukungan teknologi Nvidia, tetapi pengembangan tersebut tetap akan dikendalikan oleh Hyundai melalui platform perangkat lunak Atria miliknya.
Dikutip dari Carscoops pada Rabu (16/9/2026), pejabat eksekutif Hyundai Park Min-win mengatakan teknologi Nvidia akan digunakan untuk mengolah data yang nantinya membantu melatih dan menyempurnakan sistem Atria.
Kerja sama tersebut tidak berarti Hyundai menggunakan seluruh perangkat lunak maupun perangkat keras Nvidia secara langsung. Park menegaskan perusahaan tetap mempertahankan kendali atas pengembangan sistem kemudi otomatisnya.
“Kemitraan kami dengan Nvidia bukan berarti kami menyerahkan nasib kami sepenuhnya ke tangan mereka,” kata Park Min-win.
Teknologi Nvidia dipadukan dengan sensor kendaraan
Sistem generasi baru Hyundai akan menggunakan platform Hyperion 10 milik Nvidia. Teknologi tersebut akan bekerja bersama kamera, sensor ultrasonik, dan radar yang dipasang pada kendaraan.
Hyundai juga membuka kemungkinan menambahkan sensor LiDAR generasi canggih pada tahap berikutnya. Pengembangan itu ditujukan untuk mendukung kemampuan otonom Level 3, termasuk fungsi mengemudi tanpa harus memegang kemudi dalam kondisi tertentu.
Pengembangan Atria akan memanfaatkan data kendaraan Hyundai di berbagai negara. Data tersebut juga akan bersumber dari armada Kia dan Genesis untuk membantu proses pelatihan sistem.
Target kendaraan Level 2+ mulai 2028
Hyundai memiliki sejumlah tahapan pengembangan untuk teknologi bantuan mengemudinya. Kendaraan produksi yang membawa sistem Level 2+ generasi terbaru direncanakan meluncur pada paruh pertama 2028.
Sementara itu, produksi kendaraan dengan dukungan sistem Level 2++ dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2028. Adapun sistem Atria Hyundai sendiri disebut mungkin memasuki produksi sebagai sistem Level 2++ pada paruh kedua 2029.
Perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu juga menargetkan pertumbuhan besar dalam akumulasi data berkendara untuk mempercepat pengembangan sistem otomatisnya.
Hyundai memperkirakan dapat melampaui pesaing dalam akumulasi data berkendara pada 2033, didukung volume produksi global tahunan yang ditargetkan lebih dari 7 juta kendaraan baru.
