Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Cara Membersihkan Kuas Makeup yang Benar agar Terhindar dari Bakteri dan Masalah Kulit

Cara Membersihkan Kuas Makeup yang Benar agar Terhindar dari Bakteri dan Masalah Kulit
Cara Membersihkan Kuas Makeup yang Benar agar Terhindar dari Bakteri dan Masalah Kulit

REPUBLIKINDONESIA.NET — Kuas makeup yang digunakan setiap hari ternyata bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila jarang dibersihkan. Sisa kosmetik, minyak alami wajah, dan debu yang menempel pada bulu kuas dapat memicu berbagai masalah kulit jika terus dibiarkan menumpuk.

Karena itu, menjaga kebersihan kuas rias bukan hanya soal mempertahankan kualitas alat makeup, tetapi juga menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan kulit. Membersihkannya secara rutin dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat, iritasi, hingga infeksi kulit.

Idealnya, kuas makeup dicuci setiap tujuh hingga sepuluh hari, terutama jika digunakan secara rutin. Lalu, bagaimana cara membersihkannya dengan tepat?

Cara membersihkan kuas makeup dengan benar

Mengacu pada panduan dari WebMD, proses mencuci kuas makeup perlu dilakukan dengan teknik yang benar agar bulu kuas tetap awet sekaligus aman digunakan kembali.

Langkah pertama adalah membilas bagian ujung bulu kuas menggunakan air mengalir bersuhu suam-suam kuku. Cara ini membantu meluruhkan sisa produk kosmetik yang masih menempel tanpa membuat seluruh kepala kuas basah.

Perlu diperhatikan, air hangat yang mengenai seluruh kepala kuas dapat melonggarkan lem perekat antara gagang dan bulu kuas sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek.

Setelah itu, siapkan wadah berisi air hangat yang telah dicampur satu sendok makan sampo lembut, seperti sampo bayi atau sampo pembersih khusus. Penggunaan sabun mandi sebaiknya dihindari karena dapat membuat bulu kuas menjadi kering.

Celupkan ujung kuas ke dalam campuran tersebut sambil diputar perlahan. Bulu kuas juga bisa dipijat secara lembut menggunakan telapak tangan agar sisa riasan lebih mudah terangkat.

Selanjutnya, bilas kembali kuas dengan air mengalir. Bila air bilasan masih terlihat keruh, ulangi proses pencucian hingga air yang keluar benar-benar jernih sebagai tanda tidak ada lagi sisa makeup yang tertinggal.

Sesudah bersih, tekan perlahan bulu kuas menggunakan tisu dapur atau handuk bersih untuk mengurangi kadar air tanpa merusak bentuknya.

Tahap terakhir adalah proses pengeringan. Letakkan kuas dalam posisi mendatar di atas handuk dengan bagian bulunya sedikit menggantung di tepi meja. Hindari mengeringkan kuas dalam posisi berdiri karena air dapat mengalir ke dalam gagang dan merusak perekat bulu kuas.

Proses pengeringan biasanya membutuhkan waktu sekitar semalaman atau kurang lebih satu hari hingga kuas benar-benar kering.

Bahan rumahan yang bisa digunakan

Selain memakai pembersih khusus, beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah juga dapat dimanfaatkan untuk mencuci kuas makeup.

Sabun cuci piring cair dapat membantu mengangkat sisa foundation atau kosmetik yang sudah mengering pada bulu kuas. Caranya, tuangkan sabun ke spons, gosokkan kuas secara perlahan, kemudian bilas menggunakan air hangat sebelum dikeringkan dalam posisi mendatar.

Campuran cuka putih dan air panas juga dapat digunakan sebagai disinfektan alami untuk membantu mengurangi kuman. Setelah dicuci, kuas dapat digosokkan pada irisan lemon guna menghilangkan aroma cuka yang masih tertinggal. Cuka apel juga bisa menjadi alternatif dengan fungsi serupa.

Sementara itu, sampo bayi menjadi pilihan yang cukup aman karena mampu membersihkan kuas tanpa membuat bulunya mudah rusak.

Jadwal mencuci kuas sesuai jenis penggunaannya

Frekuensi mencuci kuas makeup sebaiknya disesuaikan dengan jenis produk kosmetik yang digunakan.

Kuas untuk produk bertekstur cair atau basah, seperti foundation maupun concealer, sebaiknya dibersihkan setidaknya satu kali setiap minggu karena lebih mudah menjadi tempat menumpuknya sisa produk.

Sementara itu, kuas yang digunakan pada area mata, misalnya untuk eyeshadow atau eyeliner, dianjurkan dicuci setiap dua minggu sekali mengingat bagian mata lebih rentan mengalami infeksi.

Adapun kuas yang hanya digunakan untuk produk berbentuk bubuk, seperti bedak, umumnya cukup dibersihkan satu kali dalam sebulan.

Selain kuas, spons makeup juga perlu mendapatkan perhatian yang sama. Alat ini mudah menyerap kelembapan sehingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun ragi apabila jarang dicuci.

Jangan abaikan kebersihan alat makeup

Menggunakan kuas makeup yang kotor dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat, alergi kulit, hingga infeksi. Padahal, masalah tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, yaitu mencuci alat makeup secara berkala.

Selain rutin dibersihkan, kuas juga sebaiknya tidak dipakai bergantian dengan orang lain untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri.

Apabila bentuk bulu kuas sudah rusak, mengembang, atau kualitasnya menurun, sebaiknya segera diganti agar hasil riasan tetap optimal dan lebih higienis.

Jika setelah menggunakan kuas muncul iritasi atau tanda-tanda infeksi kulit yang diduga berkaitan dengan kebersihan alat makeup, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter spesialis kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat.