Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

JCI Batavia Gandeng SMESCO, FundEx, dan Kampus China, Dorong UMKM Naik Kelas Global

JCI Batavia Gandeng SMESCO, FundEx, dan Kampus China, Dorong UMKM Naik Kelas Global
JCI Batavia gandeng SMESCO, FundEx, dan kampus China, dorong UMKM naik kelas global. (Dok. Ist)

REPUBLIKINDONESIA.NET — Junior Chamber International (JCI) Batavia resmi menjalin tiga kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan SMESCO Indonesia, platform crowdfunding syariah FundEx, serta Universitas Zhejiang, China.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus meningkatkan daya saing UMKM yang digerakkan oleh generasi muda.

Presiden JCI Batavia Allana Abdullah mengatakan, kemitraan dengan SMESCO Indonesia yang berada di bawah Kementerian UMKM difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

“Hari ini kami berhasil menjalani tiga MoU, salah satunya adalah dari Kementerian UMKM yang diwakili oleh SMESCO. Itu kami akan menjalankan program bersama mereka untuk memberikan tenaga anak muda yang merupakan leaders untuk bisa menaikkan daya saing para pelaku UMKM di ranah global,” kata Allana di Jakarta, Jumat.

Selain itu, JCI Batavia juga menggandeng FundEx untuk membuka akses pendanaan bagi UMKM terpilih.

Skema kerja sama ini mencakup dukungan pembiayaan guna mendorong pengembangan usaha hingga tahap persiapan menuju pra-penawaran umum perdana saham (pre-IPO).

MoU ketiga dilakukan bersama Universitas Zhejiang, salah satu perguruan tinggi terkemuka di China, yang mencakup program beasiswa penuh bagi generasi muda Indonesia.

Allana menyebutkan, peserta angkatan pertama direncanakan akan diberangkatkan pada April 2026.

“Itu full beasiswa gratis, itu adalah salah satu program kami juga karena tagline saya adalah Legacy for Regeneration. Jadi kami ingin kita sebagai leader ini bukan hanya ngomong, bikin program saja, tapi juga mencetak leaders masa depan,” ujarnya.

Allana menegaskan, JCI Batavia ingin menjadi wadah pengembangan kreativitas anak muda Indonesia agar mampu menciptakan nilai tambah pada produk dan jasa, khususnya di sektor ekonomi kreatif, sehingga berdaya saing internasional.

“Kami juga akan lebih ke hilirisasi barang-barang atau produksi-produksi UMKM, karena dari JCI Batavia sendiri banyak pengusaha-pengusaha yang memang capable untuk melakukan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, jaringan global JCI menjadi kekuatan tersendiri untuk membantu UMKM potensial menembus pasar luar negeri.

“Dan juga karena kita (JCI) itu network-nya global, UMKM yang produknya menjanjikan kita juga bisa (bantu) memasarkannya ke luar negeri melalui JCI,” kata Allana.

Penandatanganan tiga MoU tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda Inaugurasi JCI Batavia 2026, yang menandai peresmian presiden dan jajaran dewan direksi baru organisasi pengusaha muda tersebut.

slot